Invictus: Mengenal Lebih Dekat Sosok Inspiratif Nelson Mandela

Written on 10:31 PM by Harits Anwar

Sangat jarang kita temui film bertemakan politik yang sangat bagus dan inspiratif, kalaupun ada biasanya terkesan 'berat' dan serius. Film Invictus merupakan film dengan tema politik terbaik yang pernah saya tonton, ditunjang dengan aktor-aktor yang sangat pas untuk memerankannya.

Mungkin kita semua sudah pernah mendengar Nelson Mandela, presiden Afrika Selatan pada tahun 1994-1999, namun tidak banyak yang kita ketahui darinya, apalagi mengenai jasa-jasanya. Saya sendiri tidak mengetahui banyak tentang mendiang Nelson Mandela, yang saya ketahui adalah dia merupakan salah figur yang paling terkenal di Afrika (terkenal karena apa, saya sendiri kurang tahu :P), mungkin seperti Mahatma Ghandi dari India.

Kebetulan beberapa hari yang lalu saya menonton film 'Invictus' (Invictus merupakan judul puisi yang berarti 'Human Factor') yang digarap oleh sutradara yang sukses dengan film 'Million Dollar Baby' dan 'Mystic River', Clint Easwood dan dibintangi aktor Bourne Trilogi Matt Damon dan aktor senior Morgan Freeman. Saya memang penggemar film-filmnya Client Easwood walaupun saya kurang begitu suka film dengan bau politik.

Well, who knows political movie can be Inspiring too..?



Film Invictus bercerita mengenai sosok presiden kulit hitam Afrika Selatan Nelson Mandela setelah dia dibebaskan dari penjara selama 30 tahun (30 years? wow!). Setelah tiga puluh tahun dipenjara ternyata Nelson Mandela tidak menyimpan dendam kepada siapapun yang memenjara dia. Bahkan ketika dia diangkat menjadi presiden beliau memaafkan semua yang menjadi musuhnya dahulu.

Adengan pembuka film ini menampilkan antusiasme masyarakat kulit hitam di Afrika Selatan kepada presiden baru mereka sekaligus pesimisme dari kaum kulit putih yang menganggap pengangkatan Nelson Mandela akan menjadi ancaman serius karena akan diprediksi lebih mengutamakan kaum kulit hitam, bahkan seseorang berkata: "It's that terrorist, Mandela, Remember this day, boys, This is the day our country went to the dogs".

Pembebebasan Mandela mengawali berakhirnya Rezim apartheid yang mendiskriminasikan warga kulit hitam di Afrika selatan tahun 1990an. Ternyata prediksi kaum kulit putih bahwa Mandela akan lebih mengutamakan kaum kulit hitam terbukti salah, dengan pemerintahan yang baru ini Mandela justru berusaha menyatukan kaum kulit hitam dan putih.

Namun cara yang dipakai Mandela untuk menyatukan kedua ras tersebut sangat unik, yaitu melalui olahraga.  Ya! olahraga, terpatnya tim rugby Afsel. Pada masa itu rugby merupakan olahraga kaum kulit putih di Afsel. Ada hal yang menarik, ketika pertandingan tim rugby Springboks Afsel melawan tim All England Inggris, para kaum kulit putih mendukung tim Springboks, sedangkan kaum kulit hitam mendukung All England, alih-alih mendukung negaranya sendiri.

Tim Rugby Springboks yang dipimpin Francois Pienaar (Matt Damon) merupakan tim yang sedang mengalami kemunduran yang mengakibatkan selalu kalah dalam pertandingan. Sehingga menimbulkan banyak pesimisme di kalangan masyarakat kalau tim Springboks tidak akan mempunyai kesempatan untuk memenangkan piala dunia rugby. 

Ternyata hal ini menjadi perhatian Nelson Mandela, secara cerdas dia melihat potensi dalam olahraga ini, yaitu potensi untuk menyatukan kedua ras yang sedang bermusuhan, sekaligus untuk meningkatkan kebanggan nasional.
Foto asli Nelson Mandela, terlihat sedang menggunakan batik
Melihat peluang yang ada, Mandela secara pribadi memanggil Francois Pienaar untuk memberikan puisi (:P) motivasi kepada timnya untuk memenangkan piala dunia Rugby. Ternyata pertemuan tersebut menjadi beban tersendiri bagi Francois Pienaar untuk memenangkan piala dunia rugby, yang bisa menjadi kebanggan nasional.
Secara cerdas dan tidak terlalu teburu-buru film ini menggambarkan sosok Nelson Mandela yang bijak memotivasi timnya, juga teladan yang ditunjukan oleh Mandela. Ada hal menarik yang dikatakan oleh Francois Pienaar mengenai Mandela yang membuat saya kagum: "I was thinking about how you (Mandela) spend 30 years in a tiny cell, and come out ready to forgive the people who put you there...". Wow! Very Inspiring...

Berkat dukungan penuh dari Mandela dan kerja keras tim Springboks, tim rugby Afsel yang semula tidak mendapat dukungan kaum kulit hitam kini mendapatkan dungan warga kulit hitam berkat prestasi yang ditunjukan tim Springboks. Hal ini pula yang membuat masyarakat Afsel bersorak gembira mendukung timnya. Alhasil, secara tidak terduga (kalau saya sih sudah menduga :D) ternyata tim Rugby nasional Afsel Springboks memenangkan piala dunia 1995. 

Saya kagum dengan Matt Damon di film ini yang secara fasih dapat berbicara logat inggris Afsel, dan juga akting Morgan Freeman yang (seperti biasa) selalu tampil maksimal. Scoring film ini sangat terasa Afsel yang penuh dengan musik khas Afsel di sepanjang film. Alur film ini juga sangat pas, tidak terlalu cepat dan juga tidak terasa lambat. Menonton film ini rasanya seperti menyaksikan biografi Nelson Mandela yang tidak banyak diketahui orang. Thanks for this movie, saja jadi tahu sosok Mandela sebenarnya.. :). Ketika di SD dahulu banyak saya (dan teman saya) yang menyangka Mandela adalah orang Indonesia, karena dia selalu terlihat memakai batik, haha.. Dan ternyata menurut Wikipedia Mandela selalu memakai batik, bahkan sampai dijuluki "Madiba shirts" (batik Mandela). Dan di sepanjang film Invictus Mandela sering sekali memakai batik.
Wah ternyata batik buatan Indonesia dipakai oleh salah satu presiden paling terkenal di dunia..!! :D

Sempat terpikir di benak saya: Kapan ya Indonesia memiliki sosok pemimpin seperti Mandela...?

Saya awalnya bingung bagaimana olahraga bisa menjadi alat politik untuk menyelesaikan masalah besar di Afsel, dan ternyata film ini bisa menggambarkan situasi yang terjadi saat itu secara smart & brilliant..!

If you enjoyed this post Subscribe to our feed

2 Comments

  1. anggrainityas |

    hahaha
    harits, harits
    saya booking tempat dulu ya..
    nanti kalo sudah nonton baru komen lagi
    =p

     
  2. Harits Anwar |

    @anggrainityas: Room Booked :D
    Tonton deh filmnya, dijamin ga bakal kecewa deh..

     

Post a Comment